Selasa, 19 Agustus 2014

Kekalahan terbesar sepanjang sepak bola

Banyak sekali pertandingan sepak bola yang hanya menghasilkan sedikit gol, bahkan ada juga laga di mana tak satu kali pun bola bersarang di gawang. Namun tak jarang juga terjadi pesta gol dalam satu pertandingan.
Bulan Oktober lalu, hadir satu momen memalukan untuk klub papan atas Belanda, Feyenoord. Tanpa ampun mereka dilibas rivalnya di Eredivisie, PSV Eindhoven sepuluh gol tanpa balas!
Kekalahan tersebut merupakan yang terburuk dalam 102 tahun sejarah klub yang bermarkas di kota Rotterdam itu. Jawara 14 kali Liga Belanda itu pun kini terseok-seok di papan tengah klasemen.
Selain nasib buruk yang dialami Feyenoord, berikut ini adalah beberapa kekalahan-kekalahan besar yang pernah terjadi di lapangan hijau:

1. Arbroath 36-0 Bon Accord (1885)
Kesalahan administratif membuat klub kriket Aberdeen Orion diundang untuk bermain di Piala Skotlandia sebagai pengganti Aberdeen Orion FC, membuat Arbroath FC mampu mencatat rekor kemenangan terbesar di dunia sepak bola Inggris Raya.
Situasi tersebut terjadi karena memang banyak klub yang memainkan banyak cabang olahraga lain, tetapi gabungan para pemain kriket dari klub Orion menerima undangan tersebut dan mengadopsi nama Bon Accord untuk menandai debut sepak bola mereka.
Pemain Arbroath, John Petrie yang masih berumur 18 tahun kala itu, menghasilkan rekor 13 gol sementara laporan yang ada menunjukkan jika Bon Accord tidak satu kali pun melakukan tembakan ke arah gawang. Kiper Arboath, Jim Milne Snr bahkan sampai harus meminjam sebuah payung dari temannya di tribun penonton, sementara wasit Dave Stormont mengakui bahwa skor yang tercipta sudah cukup bagus untuk Bon Accord karena dia sudah "menghapus tujuh gol" atas dasar keputusan offside yang "sangat meragukan".
Bulan September 1987, Orion FC mampu memenuhi undangan yang sebenarnya ketika mereka lagi-lagi bersua Arbroath di putaran pertama Piala Skotlandia. Dan Arbroath masih menang dengan skor 18-0 kala itu.

2. Dundee Harp 35-0 Aberdeen Rovers (1885)
Ketika Arbroath mencatat kemenangan mereka atas Bon Accord dengan skor 36-0 pada 12 September 1885, Dundee Harp hampir saja menyamai rekor mereka melawan tim lain dari kota Aberdeen, di tempat lain yang berjarak kurang lebih 20 mil.
Wasit sebenarnya mencatat 37 gol ketika Harp menghancurkan Aberdeen Rovers, tetapi mantan sekretaris klub hanya mencatat 35, dan wasit - yang mengaku sudah berusaha keras untuk memantau catatan gol tersebut - akhirnya menulis 35-0 sebagai hasil resmi.

3. Preston 26-0 Hyde (1887)
Masih menjadi rekort dari pertandingan kompetitif di Inggris, adalah saat Preston mengalahkan Hyde - yang didirikan 2 tahun sebelumnya, 26-0 di putaran pertama Piala FA.
Kehebatan skuad Preston tidak terlepas dari peran Major William Sudell, seorang manajer pabrik kapas yang datang di klub tersebut ketika masih remaja tahun 1867 sebelum menjadi ketua klub. Dia melakukan revolusi di klub dengan memasukkan beberapa pemain dari Skotlandia.
Sudell, menjanjikan para pemain Skotlandia itu pekerjaan di pabrik miliknya disertai gaji untuk penampilan mereka. FA dengan tegas melarang hal tersebut dengan dalih profesionalisme. Tim Sudell pun didepak dari Piala FA tahun 1884 setelah menang atas Upton Park setelah klub asal kota London itu mengajukan protes bahwa Preston telah membayar para pemainnya secara legal.
Tahun 1885, kebijakan FA mengenai gaji pemain melunak, dan Sudell pun bersinar. Dengan skuad superior yang dimilikinya, Sudell mengadopsi formasi 2-3-5 dan menggunakan papan tulis untuk menjelaskan taktiknya, dan kemenangan atas Hyde tahun 1887 menggambarkan mereka sudah jauh lebih maju dibandingkan tim lain yang seangkatan.
Mereka memang kalah dari West Brom di final Piala FA Tahun itu dengan skor 3-1, tetapi mereka mengunci posisi mereka dalam sejarah di musim perdana Football League tahun 1988-1989, memenangkan liga dan piala domestik tanpa pernah kalah di mana mereka akhirnya dikenal dengan sebutan Invincibles.

4. Real Madrid 11-1 Barcelona (1943)
Perang sipil Spanyol telah menyulut ketegangan antara Madrid dan Barca di mana Los Azulgrana kemudian menjadi sebuah simbol Catalanism yang berdiri di seberang tim ibukota tersebut.
Perang tersebut menyebabkan pertandingan di antara kedua tim tersebut vakum tahun 1936 sampai 1939 dan, meski Barca memiliki catatan lebih baik di pertemuan awal pasca perang, Madrid mampu memenangi empat dari lima pertandingan sebelum pertandingan mereka yang terkenal di pentas piala domestik tahun 1943.
Pada laga semifinal Copa del Generalisimo - atau Copa del Rey selama pemerintahan Jenderal Francisco Franco - Barca menang 3-0 di kandangnya, stadion Les Corts pada leg pertama, diiringi siulan fans Catalonia pada pemain tim tamu.
Franco dikabarkan sangat marah akan hasil tersebut dan cerita yang berkembang menyebut, jelang leg kedua, direktur keamanan dalam negeri Spanyol telah memperingatkan para pemain Barca akan sikap patriotisme mereka yang kurang dan mengatakan bahwa mereka "bisa bermain karena kedermawanan rezim Franco". Para fans Madrid pun diberi peluit demi menurunkan semangat tim tamu mereka, dan Madrid memimpin 8-0 pada paruh pertama untuk menyudahi permainan dengan hasil 11-1 - yang masih menjadi kemenangan terbesar sepanjang sejarah klub.

5. Hungaria 7-1 Inggris (1954)
Melihat penampilan Ferenc Puskas yang gemuk ketika Hungaria tiba di Wembley tahun 1953, seorang pemain dari Inggris yang tidak diketahui identitasnya mengatakan sesuatu yang kemudian menjadi terkenal: "Lihat laki-laki gemuk yang mungil itu. Kita akan membantai tim ini."
Memang naif untuk mengatakan hal tersebut karena pada akhirnya, dengan reputasi Hungaria yang semakin berkembang di Eropa, mereka justru membantai Inggris dengan kemenangan 6-3 sekaligus mengakhiri reputasi tuan rumah yang tak terkalahkan selama 90 tahun ketika bermain di kandang melawan tim dari luar kepulauan Inggris.
Bulan Mei tahun berikutnya, Inggris pergi ke Budapest untuk mengembalikan martabat mereka. Di sana, mereka menderita kekalahan 7-1 , melampaui kekalahan 7-2 dari Skotlandia tahun 1878 dan masih menjadi kekalahan terburuk dalam sejarah mereka.

6. Manchester United 10-0 Anderlecht (1956)
Chelsea, menjuarai Liga Inggris tahun 1954-55, namun mengundurkan diri dari pertandingan Liga Champion Eropa periode pertama atas saran Alan Hardaker, sekretaris Football League. Sikapnya yang menentang kompetisi ini timbul karena sikap rasis terhadap Eropa dan juga keinginan untuk memastikan bahwa Liga Inggris masih menjadi trofi yang paling diinginkan para klub.
Ketika United memenangkan liga di tahun 1955-56, Matt Busby berniat ikut bagian pada kompetisi baru Eropa tersebut, dan menentang upaya Hardaker untuk mencegah mereka melakukannya. Skuad yang dikenal dengan nama Busby's Babes pun segera memberi kesan.
Pada 12 September 1956, United mengalahkan Anderlecht, juara Belgia, pada putaran pertama. Mereka menang 2-0 di Brussels lewat pertandingan ketat di mana kiper Ray Wood melakukan serangkaian aksi penyelamatan gemilang.
Pertandingan leg kedua diadakan di stadion Maine Road karena Old Trafford kekurangan lampu sorot. Pertandingan tersebut pun menjadi arena pembantaian dengan Dennis Viollet mencetak empat gol diikuti Tommy Taylor dengan tiga gol. Busby berencana membuat United menjadi tim terbaik dunia, tetapi mereka kalah 5-3 di laga semifinal tahun itu oleh sang juara, Real Madrid, yang kemudian mendominasi di periode awal kompetisi.

7. Hungaria 10-1 El Salvador (1982)
Hungaria merupakan tim pertama dan satu-satunya yang meraih kemenangan dengan dua digit di Piala Dunia ketika mereka mengalahkan El Salvador pada laga pembuka edisi 1982 di Spanyol.
El Salvador mengalami debut yang cukup sulit di tahun 1970, ketika mereka gagal mencetak gol di tiga kekalahan beruntun mereka. Pelatih Mauricio 'Pipo' Rodriguez masih memberi kesan yang positif atas kekalahan 10-1 mereka: "Saya senang sekaligus sedih. Saya senang karena kami berhasil mencetak gol pertama kami di Piala Dunia, tetapi jumlah gol dalam kekalahan kamilah yang membuat saya sedih ."

8. Spanyol 12-1 Malta (1983)
Kalah 2-1 dari Belanda dan menempati posisi kedua dari belakang pada kualifikasi Eropa tahun 1984 membuat Spanyol memiliki peluang kecil menuju putaran final di Prancis. Kedua tim berhadapan dengan Malta di partai terakhir, dan setelah Belanda menang 5-0 tanggal 17 Desember, Spanyol membutuhkan sebelas gol empat hari berikutnya jika ingin sampai ke final.
Tampak secercah harapan untuk Spanyol ketika mereka mencetak skor 3-1 pada paruh permainan pertama, dan secara luar biasa mereka mencetak sembilan gol lagi di sisa pertandingan.
Kiper Malta John Bonello menjadi figur yang terkenal di Spanyol dan di tahun 2006, dia menjadi bagian dari iklan bir Amstel di negara tersebut, dengan label el amigo perfecto, dan meski banyak dicerca di Malta, Bonello justru merasa 'tersanjung' karenanya.
"Bagaimanapun juga kekalahan 12-1 adalah fakta, tapi itu hanya pembuka menuju iklan tersebut," ucapnya kepada jurnalis Malta Today. "Kalian menilainya salah. Mereka memilih saya karena saya adalah atlet, bukan karena hasil dari pertandingan tersebut. Saya terpilih dari ribuan kandidat. Siapapun yang menganggap iklan itu sebagai penghinaan, justru berpikiran bodoh."

9. Manchester United 9-0 Ipswich (1995)
Meski tanpa pemain kunci Eric Cantona yang absen karena skors untuk waktu yang lama, United membukukan kemenangan terbesar mereka di Liga Premier ketika mereka membantai Tractor Boys di Old Trafford dengan lima gol dicetak Andy Cole dan dua lagi oleh Mark Hughes. Walau demikian Blackburn masih memimpin klasemen sementara, dan striker Alan Shearer tak peduli dengan performa United. "Tidak ada laga yang mudah di Liga Premier," terangnya, "kecuali jika Anda melawan Ipswich di kandang."
United menyelesaikan musim itu dengan terpaut satu poin di belakang Blackburn sedangkan Ipswich menempati posisi bawah dengan kebobolan 93 gol.

10. Australia 31-0 American Samoa (2001)
Kemenangan tunggal American Samoa hingga saat ini terjadi ketika melawan Wallis and Futuna tahun 1983, dan mereka kalah 13-0 serta 9-0 masing-masing melawan Fiji dan Samoa di kualifikasi Piala Dunia 2002 sebelum melawat ke kandang Australia.
"Takut bukan kata-kata yang tepat," terang pelatih American Samoa, Tunoa Lui sebelum perjalanan. "Kami akan meminta pertolongan dari atas. Kami meminta Tuhan untuk memperkecil skor."
The Socceroos, yang baru saja menang 22-0 atas Tonga, membutuhkan waktu sepuluh menit untuk membuka pundi gol mereka kala itu, namun mereka sudah menyarangkan empat gol di menit 14. Archie Thompson menyelesaikan pertandingan tersebut dengan melesakkan 13 gol, dan kebingungan pun mencuat akan jumlah gol yang tercipta dan FIFA pun sampai harus menunggu laporan wasit sebelum membenarkan hasil pertandingan.
Membukukan 53 gol tanpa kebobolan di dua pertandingan pembuka kualifikasi grup Oceania, boss Australia Frank Farina tidak terkesan dengan standar lawan mereka dan Australia pun memilih untuk hijrah ke Federasi Sepak Bola Asia di awal tahun 2006.

11. AS Adema 149-0 Stade Olympique de L'Emyrne (2002)
Asosiasi sepak bola Madagaskar memutuskan untuk melarang beberapa pemain SO l'Emyrne dan pelatihnya, setelah mereka memutuskan untuk memprotes keputusan wasit yang membuat mereka kehilangan gelar juara dengan cara menembakkan bola ke gawang mereka sendiri.
Juara bertahan SO l'Emyrne ditahan imbang 2-2 oleh Domoina Soavina Atsimondrano oleh keputusan penalti yang kontroversial di menit akhir dalam turnamen bersistem round-robin untuk menentukan gelar juara liga.
Hasilnya, mereka memilih untuk menggunakan pertandingan terakhir mereka melawan sang juara yang baru, Adema, untuk menjelaskan posisi mereka. Para pemain Adema tidak mencetak gol-gol tersebut. Mereka hanya berdiri terpana, melihat sang lawan mencetak sejarah kekalahan kompetitif terbesar sepanjang sejarah dunia sepak bola

12. Hoffenheim 17-0 SpVgg Ketsch (2014)
Mereka mencetak 72 gol - hanya tim juara Bayern Munich (94) dan runner-up Borussia Dortmund (80) yang mencetak lebih banyak - pada musim 2013/14.

Dan tanda-tanda semakin terlihat baik dengan mereka sepertinya akan tetap menjadi tim dengan kekuatan menyerang di musim ini.

Akhir pekan ini, Hoffenheim mengalahkan SpVgg Ketsch 17-0 dalam laga uji coba pra musim.

Tim Bundesliga itu sudah unggul 8-0 di babak pertama setelah striker berusia 30 tahun Kai Herdling mencetak lima gol sementara gelandang sayap Jiloan Hamad 'hanya' mampu menciptakan hat-trick melawan tim amatir tersebut.

Hoffenheim melakukan sembilan pergantian di babak kedua tetapi sayangnya bagi SpVgg Ketsch, itu tidak banyak membuat perbedaan karena sembilan gol tambahan tercipta.

Pemain pengganti Kevin Volland mencetak hat-trick dan Robin Firmino, Janik Haberer dan Tarik Elyounoussi masing-masing mencetak dua gol untuk membuat skor akhir menjadi 17-0.

Laga uji coba pra musim seharusnya bertujuan untuk membangun kepercayaan diri. Tidak jika Anda SpVgg Ketsch setelah pembantaian ini.

13. Chelsea 8-0 Aston Villa (2013)

Pulang dengan amarah pasca tersingkir dari pentas Liga Champions dan gagal di Piala Dunia Antarklub, Chelsea membuktikan kemampuan terbaiknya dengan membantai tamunya Aston Villa 8-0 dalam lanjutan Liga Primer Inggris di Stamford Bridge, Senin (24/12) dinihari tadi. Hasil itu sekaligus mencatat rekor baru Chelsea di bawah asuhan Rafael Benitez sebagai kemenangan terbesar dalam sejarah klub.
Pun demikian, hal itu tidak membuat Benitez tak jumawa dan tetap waspada dengan berbagai ancaman di laga selanjutnya musim ini. “Bukan hal mudah jika menang dengan banyak gol yang tercipta, seperti di pertandingan ini. Tapi kami tim profesional, saya akan katakan sesuatu yang menurut Anda akan sangat aneh, Villa sudah bagus dalam hal apa yang sudah mereka coba lakukan,” kata Benitez seperti dinukil Sky Sport, usai pertandingan.
Baru tiga menit berjalan, Chelsea sudah sanggup membuka keunggulan lewat tandukan terarah Fernando Torres. “Itu sundulan yang hebat. Dia hanya butuh sedikit kepercayaan diri karena bagi striker, itu kuncinya. Sebelumnya dia sudah berusaha keras bagi tim, dan sekarang kami bermain baik dan dia punya lebih banyak peluang mencetak gol,” puji Benitez terhadap performa penyerang asal Spanyol yang pernah bertugas bersama Benitez di Liverpool beberapa musim lalu.
Selanjutnya, Chelsea terus mendominasi. Tim berjuluk Si Biru itu benar-benar tak memiliki kesulitan berarti untuk bisa menutup babak pertama dengan skor 3-0, berkat gol tambahan David Luiz (29′) dan Branislav Ivanovic (34′). Dominasi Chelsea kembali berlanjut di babak kedua. Kali ini, Frank Lampard mengawalinya dengan memanfaatkan umpan Juan Mata menjadi gol di menit ke-59. Berikutnya, giliran Ramires yang sukses menjebol gawang Villa di menit ke-75.
Chelsea kembali menambah keunggulan menjadi 6-0, lewat usaha Oscar mengekseskusi hadain penalti di menit ke-79, sebelum Eden Hazard ikut ‘unjuk gigi’ dengan mencetak gol ketujuh Chelsea dalam laga itu pada menit ke-83. Chelsea akhirnya bisa menutup menyegel kemenangan dengan skor akhir 8-0, berkat gol kedua Ramires di penghujung laga, sekaligus memaksa Villa harus pulang dengan tangan hampa.
Beruntung, tim asuhan Paul Lambert itu justru naik di urutan ke-16 dengan 18 poin dari 16 laga. Villa unggul tiga angka dari batas akhir zona degradasi, hunian Athletic Wigan. Sedangkan Chelsea kembali menampati posisi ketiga klasemen sementara dengan 32 poin dari 17 laga. Si Biru unggul dua angka, satu tingkat di atas Arsenal dan tujuh angka, satu tingkat di bawah Manchester City yang sama-sama sudah melakoni 18 laga hingga musim ini. (junius)
Teks : Lampard disambut gempita oleh pendukung Chelsea usai menciptakan gol ke gawang Aston Villa. Bagi Chelsea, Lampard adalah legenda

14.  Persipura Jayapura 9-2 Yangoon United (2014)
Penyerang asal Liberia, Boakay Eddie Foday, mengantarkan Persipura Jayapura meraih kemenangan 9-2 atas Yangon United di perdelapanfinal Piala AFC di Stadion Mandala, Jayapura, Selasa (13/5/2014).

Sebanyak lima gol dicetak pesepakbola berusia 27 tahun pada menit ke-3, ke-41, ke-43, ke-57, dan menit ke-87. Empat gol Persipura lainnya diciptakan oleh Tinus Pae menit ke-10, Ian Kabes menit ke-28 dan 53, dan Titus Bonai menit ke-57.

Tim tamu hanya mencetak dua gol melalui Cezar Augusto Hermenegildo menit ke-16 dan Kyaw Ko Ko menit ke-21. Laga berjalan berat sebelah, karena tim tamu bermain dengan 10 orang setelah bek, Aung Thaik, menerima kartu kuning kedua menit ke-26.

Kemenangan ini membuat Mutiara Hitam memastikan satu tempat di perempatfinal Piala AFC. Wakil Indonesia lainnya, Arema Cronus akan menghadapi klub asal Hongkong, Kitchee di Mong Kok Stadium, Rabu (14/5/2014), pada babak perdelapanfinal.

15. Indonesia 25-0 Pakistan (2012)
Tim nasional Indonesia U-18 memetik kemenangan 25-0 atas Pakistan dalam lanjutan babak kualifikasi grup B Piala Pelajar Asia U-18 di Teheran, Iran, Sabtu (20/10/2012). ini adalah kemenangan perdana skuad "Garuda Muda" setelah sebelumnya dikalahkan tuan rumah Iran 0-4.

Dalam pertandingan itu, Sabeq Fahmi mencetak 12 gol, Djali Hj. Ibrahim, Muchlis Hadi Ning Saifulloh, Zulfikar Lubis, Mariando, Daolo, masing-masing mencetak dua gol dan sisanya ditorehkan Hagi, Eriyanto, dan Samsul Pelu.

"Alhamdulillah, pemain mampu mencetak 25 gol ke gawang Pakistan," ujar pelatih timnas U-18, Indra Sjafri, dalam akun Twitter miliknya usai pertandingan.

Kemenangan ini membangkitkan peluang Indonesia untuk lolos ke semifinal turnamen Piala Pelajar Asia U-18. Di dua laga terakhir Grup B, Sabeq dan kawan-kawan akan menghadapi Korea Selatan dan Srilangka.


16. Brazil 1-7 Jerman (2014)

Secara mencengangkan, Brasil terempas dari Piala Dunia 2014 di hadapan pulik sendiri dengan sungguh mengenaskan usai dibantai habis Jerman 7-1 di Estadio Belo Horizonte dalam laga semi-final, Rabu [9/7] dinihari WIB. Dengan demikian, pasukan Joachim Low berhak melaju ke final dan akan menghadapi lawan antara pemenang Argentina dan Belanda. 

Babak pertama
Brasil langsung aktif menyerang di awal babak pertama ini. Di menit ketiga, Marcelo melakukan gebrakan dengan menyepak bola dari luar kotak penalti. Jauh dari target, gawang Jerman masih aman.
Jerman coba membangun serangan melalui pergerakan dari Sami Khedira. Sang gelandang melepaskan tendangan first-time dari luar box Brasil. Lucunya, malah mengenai koleganya sendiri. Gagal.
Namun pada menit ke-11 peluang dari Thomas Muller sukses membuka keunggulan bagi tim Panser. Sodoran dari Toni Kross mampu dituntaskan dengan apik oleh Thomas Muller. 1-0 Jerman membuat publik Brasil tersentak.
Miroslav Klose kembali menebarkan serangan di pertahanan Brasil. Julio Cesar tapi hebat, dia dengan nyaman memeluk tendangan dari sang striker pada menit ke-21. Tapi tidak demikian pada dua menit berikutnya. Klose mampu memasukkan bola ke gawang Cesar untuk membuat dirinya memecahkan rekor gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia yang dipegang legenda Brasil, Ronaldo.

Brasil semakin merana. Hanya berjarak satu menit, gawang mereka kembali robek untuk kali ketiga. Kali ini Toni Kroos yang menamakan diri di papan skor usai dia memaksimalkan umpan dari fullback Philipp Lahm.
Unggul tiga bola, mental Brasil makin runtuh. Tak perlu waktu lama, hanya memerlukan waktu dua menit untuk mengocok pertahanan anak-anak Luiz Felipe Scolari, skuat Joachim Low semakin menjauh. Pergerakan Khedira diakhiri dengan sentuhan manis dari Toni Kroos berhasil membuat gawang Cesar lagi-lagi bergetar untuk kali keempat.
Jerman menambah penderitaan Brasil saat pertandingan berjalan setengah jam. Jika tadi memberi servis kepada rekan-rekannya, kali ini Khedira yang ikutan masuk namanya di papan skor. Menyambut permainan dari Mesut Ozil, gelandang Real Madrid ini tak menyia-nyiakannya menjadi gol kelima.
Di sisa waktu yang ada, tak ada lagi gol tambahan. Brasil memasuki ruang ganti dengan kepala tertunduk. Brasil bak anak ayam kehilangan induk sepanjang 45 menit pertama.
Babak kedua
Enam menit paruh kedua berjalan, Brasil berusaha memperkecil ketinggalan melalui aksi dari Oscar. Dari jarak dekat, dia mendapatkan ruang tembak. Sayang, aksinya itu tak mampu menaklukkan Manuel Neuer.
Saat berupaya menaikkan moral dengan serangan cepat di awal babak kedua, Jerman justru terlihat bisa bermain lebih rileks. Muller memperoleh peluang di menit ke-60 lewat sebuah sepakan keras. Tapi kesigapan Cesar membuat gol tak lagi bertambah.
Enam menit kemudian Cesar kembali melakukan aksi penyelamatan gemilang saat dia keluar dari gawangnya untuk menyapu ancaman berbahaya di luar kotak penalti.
Tapi di menit ke-69, Cesar akhirnya tumbang juga. Giliran Andre Schurrle yang turut menyumbang kontribusi. Melalui sokongan dari Phlipp Lahm, Schurrle mampu mengoyak gawang Cesar.
Brasil benar-benar seperti kehilangan arah. Mereka seperti diajarkan bagaimana cara bermain sepakbola yang benar. Untuk kali ketujuh, Cesar harus memungut bola dari jalanya ketika Schurrle menjebol gawangnya setelah mengoptimalkan assist dari Muller di menit ke-79.
Di menit-menti akhir laga Jerman seperti ingin "menghadiahkan" gol pelipur lara bagi Brasil. Oscar dan Bernard mendapatkan peluang yang sayangnya tendangan dari keduanya tak membuat Neuer harus bekerja ekstra.
Tapi usaha kedua Oscar akhirnya berbuah gol. Gol yang bisa dibilang "bonus" dari anak-anak Jerman. Usai menerima assist Marcelo, pemain Chelsea ini sanggup melanjutkannya untuk mengubah skor menjadi 7-1. Tidak ada artinya sama sekali.
Peluit panjang pun ditiupkan. Publik Brasil terdiam seribu bahasa, bak keheranan. Sekali lagi satu kata, ini adalah pertandingan yang mencengangkan!

17. Manchester United 8-2 Arsenal (2011)
Manchester United menghancurkan Arsenal dengan skor 8-2 di laga Liga Inggris, Minggu (28/8/2011). Bahkan, Manajer Alex Ferguson tak mempercayai hasil tersebut.
"Itu tak biasa karena Anda tak menduganya. Kami pernah dua kali mencetak enam gol ke gawang mereka. Jadi, mungkin ketika kami menampilkan performa seperti tadi, sebuah tim akan menderita. Hari ini, Arsenal-lah yang sayangnya mengalami penderitaan itu," ujar Ferguson.
"Kami meraih sepasang hasil hebat saat melawan mereka di masa lalu. Namun, ketika Anda melihat Arsenal seperti itu, kami berharap mencetak gol. Saya pikir, kualitas terbaik mereka ada di lini depan dan mereka menciptakan beberapa ancaman. Mereka bisa saja mencetak lebih dari dua gol tadi."
"Tadi itu adalah pertandingan yang lucu dan hasilnya aneh. Namun, kami hanya mengerjakan tugas kami, dan saya pikir, kami para pemain profesional dan melakukan yang terbaik. kami menunjukkan energi hebat saat ini dan keasyikan dalam bermain. Itu penting," tuturnya.

18. Bahrain 10-0 Indonesia (2012)
Lengkap sudah kekalahan Indonesia melawan tuan rumah Bahrain pada ajang kualifikasi Piala Dunia Putaran III Grup E, Zona Asia di Manama, Rabu (29/2/2012). Selain dicukur 10 gol tanpa balas, Indonesia juga diganjar dua kartu merah sekaligus.
Satu kartu merah dialamatkan kepada penjaga gawang, Samsidar. Satu lagi didapat oleh sang pelatih, Aji Santoso yang memprotes keras kepemimpinan wasit.
Entah apa yang dialami Indonesia sehingga harus diberondong 10 gol oleh para pemain Bahrain. Empat gol tercipta di babak pertama, enam gol pada babak kedua.
Meski Indonesia dipastikan tidak lolos ke putaran selanjutnya, akan tetapi bukan berarti, para pemain tidak maksimal untuk mengangkat nama bangsa dan negara. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin beberapa hari sebelum laga.
Namun kenyataannya, permainan Indonesia melawan Bahrain berakhir dengan antiklimaks. Tim Garuda tidak menampilkan karakter permainannya seperti yang sebelumnya ditunjukkan.
Bahkan, permainan Indonesia pun masih mentah. Tidak terlihat pola apa yang mereka mainkan, seolah memudahkan Bahrain untuk menguasai pertandingan selama 90 menit waktu normal.
Yang pasti, dengan diberondong 10 gol, wajah Indonesia seolah tertampar. Apalagi gol tersebut dibuat oleh Bahrain, yang notabene tidak jauh kelas dengan kekuatan Indonesia. Bahkan, Indonesia sempat mengalahkan Bahrain dengan skor 2-1 pada 2007.

19. Manchester United 7-1 Blackburn Rovers (2010)
Manchester United untuk sementara bertengger di puncak klasemen Liga Primer Inggris setelah dalam matchday ke-15 yang dihelat di Old Trafford, Sabtu (27/11), membabat Blackburn Rovers tanpa ampun dengan skor 7-1.
Dimitar Berbatov benar-benar jadi bintang pertandingan kali ini karena berhasil mencetak lima gol ke gawang Rovers, sementara Wayne Rooney yang sudah mulai mendapat jatah bermain reguler belum mampu kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai bomber maut.
Saat pertandingan baru berjalan sekitar dua menit, gawang tim tamu yang dijaga Paul Robinson sudah dibobol oleh Berbatov yang menerima umpan matang dari Nani.
The Red Devils berhasil menggandakan keunggulan di menit ke-23 melalui penyelesaian sempurna Park Ji Sung setelah bekerjasama dengan Rooney.
Kesalahan pemain belakang Rovers, Pascal Chimbonda dalam melakukan backpass di menit ke-27 mampu dimanfaatkan Berbatov untuk menambah koleksi golnya dan membuat tim besutan Alex Ferguson unggul 3-0 hingga paruh pertama usai.
Kelar turun minum, striker asal Bulgaria yang sudah tiga musim berseragam MU kembali menuntaskan umpan matang Nani di menit ke-47 dengan sebuah sontekan terarah dan skor menjadi 4-0.
Belum reda kegembiraan pendukung setan merah, Nani kembali memperbesar keunggulan timnya di menit ke-48, dan 5-0 terpampang di papan skor Stadion Old Trafford.
Berbatov yang sedang on fire kembali melesakkan si kulit bundar untuk kali keempat di menit ke-62 usai memanfaatkan kemelut di depan gawang Rovers dan skor kembali berubah menjadi 6-0.
Serasa belum cukup puas membobol gawang anak asuh Sam Allardyce, Berbatov lagi-lagi memaksa Paul Robinson untuk memungut bola dari gawangnya untuk kali ketujuh di menit ke-70.
Satu-satunya gol balasan tim yang pernah menjadi jawara Liga Primer Inggris musim 94/95 itu tercipta melalui tandukan Christoper Samba di menit ke-83 yang tak mampu dihalau oleh Edwin Van Der Saar dan membuat kedudukan menjadi 7-1 hingga bubaran.
Total perolehan poin MU yang sudah melakoni 15 laga adalah 31 dan untuk sementara berhak memimpin klasemen. Sedangkan Blackburn harus puas berada di peringkat ke-13 dengan raihan 18 angka.

20. Liverpool 8-0 Besiktas (2007)
Jumlah gol itu merupakan rekor dalam laga Liga Champions, melewati rekor sebelumnya ketika terjadi hasil akhir 7-0 saat Arsenal melawan Slavia Praha bulan lalu dan ketika Juventus menghadapi Oympiakos pada Desember 2003. Pemain internasional asal Israel, Yossi Benayoun, membuat hat trick bagi Liverpool, ketika juara Liga Champions 2005 dan runner-up musim lalu itu membukukan kemenangan 8-0 atas Besiktas pada laga di Anfield, Selasa malam.
Namun kelihatannya angka tidak akan terjadi dalam pertandingan itu, sebelum akhirnya Peter Crouch dan Benayoun mencetak angka pada babak pertama dan hujan gol lainnya pada babak kedua. Setelah gagal membukukan kemenangan dalam tiga pertandingan mereka di Grup A, Liverpool mendapatkan angka penuh melawan klub Turki yang mengalahkan mereka 1-2 ketika beremu di Istanbul bulan lalu.
Benayoun menambah dua angka lagi dan ketika Besiktas berjuang keras mempertahankan gawang mereka, gol berikutnya bagi Liverpool lahir lagi melalui kapten Steven Gerrard, pemain pengganti Ryan Babel, mencetak dua angka, dan Crouch menutup angka. Angka kemenangan itu membuka peluang Liverpool buat mengejar Porto atau Marseille dalam usaha mengincar urutan dua besar dari grup itu.
Pelatih Liverpool, Rafael Benitez, mendapat tekanan berat dalam pertandingan itu dan dengan adanya masalah keuangan klub, membuat tim itu semakin merasa susah buat lolos dari kompetisi penyisihan grup itu. Namun Besiktas baru menang sekali pada laga lawatan dan kekalahan atas Liverpool membuat masalah bagi klub itu, yang sebelumnya sudah mendapat ijin buat membangun stadion baru senilai 400 juta pound.
Namun tim dari Turki seperti termangu ketika Liverpool menghajar mereka dan memasukkan hingga enam gol pada babak kedua.
Kepercayaan Crouch
Benitez membuktikan bahwa ia pantas menurunkan Crouch dalam pertandingan itu, ketika Fernando Torres hanya prima buat duduk di bangku cadangan bersama pemain lainnya. Crouch tidak menyia-nyiakan kesempatan, ia menutup rasa grogi timnya dengan mencetak angka dengan tenang ketika pertandingan baru berlangsung 19 menit, merupakan golnya yang keempat dalam kompetisi itu.
Andriy Voronin, yang sebelumnya gagal menyelesaikan peluangnya, bekerja sama dengan Crouch setelah mendapat bola yang melenting dari Edouard Cisse dan striker jangkung itu kembali mencoba Hakan Arikan pada percobaannya yang kedua. Namun akhirnya Benayoun yagn tampil sebagai bintang lapangan. Ia menggetarkan gawang klub Turki itu pada menit ke-32 dengan memanfaatkan umpan yang dilayangkan Voronin setelah John Arne Riise melepas penjagaannya.
Arikan harus mencoba melupakan malam pahit itu sebab ia membiarkan bola dari Gerrard menjalar ke daerah Benayoun, sehingga pemain dua kali mencetak angka dalam tempo tiga menit. Ia membuat hatrik buat pertama kalinya bagi Liverpool. Gerrard kemudian mencetak angka kelima Liverpool setelah bekerja sama dengan Voronin, sebelum Babel bangkit dari bangku cadangan buat mencetak dua gol dalam waktu tiga menit.
Ia mencetak gol pertamanya dengan memanfaatkan umpan lambung dari Benayoun dan gol keduanya terjadi ketika ia berhasil merebut bola liar dari kaki Ibrahim Toraman. Ia tidak menyia-nyiakan peluang itu dan tendangannya menembus gawang yang terbuka. Liverpool menyempurnakan gol Liverpool ketika ia mencetak gol kedelapan tim itu dua menit menjelang pertandingan berakhir, demikian laporan Reuters.

Liverpool Catat Rekor Kemenangan 8-0 Atas Besiktas Copyright Antara News 2007, November 2007.

21. Middlesborough 8-1 Manchester City (2007)
 
Afonso Alves mengukir hattrick untuk mengacaukan pertandingan terakhir Sven-Goran Eriksson bersama City. Kemenangan ini merupakan rekor terbesar Boro selama 34 tahun. Masalah City dimulai ketika Richard Dunne menerima kartu merah langsung pada menit ke 15. Selain itu, City juga diganjar hukuman penalti yang sukses dieksekusi oleh Stewart Downing.

Babak pertama diakhiri dengan keunggulan dua gol Boro setelah Alves mencetak gol perdananya di laga itu. Pada babak kedua, kelebihan jumlah pemain Boro mulai menunjukkan dampaknya.

Adam Johnson, Fabio Rochemback dan Jeremie Aliadiere membawa Boro unggul tujuh gol sebelum Elano mencetak gol hiburan bagi City. Alves mencetak gol ketiganya di menit-menit akhir pertandingan dan memicu pemecatan Eriksson.



22. Nottingham Forest 1-8 Manchester United (1999)
Ini adalah kemenangan away terbesar dalam sejarah EPL. Gol-gol United dicetak oleh Ole Gunnar Solksjaer (4 gol), Andy Cole (2 gol), dan Dwight Yorke (2 gol). Sementara Nottingham Forest hanya mampu mencetak gol penghibur melalui Alan Rogers.

23. Tottenham Hotspur 9-1 Wigan Athletic (2009)
Sejarah tercipta di White Hart Lane, Minggu (22/11). Tottenham Hotspur mencetak kemenangan terbesar sepanjang sejarah klub setelah meluluhlantakkan perlawanan Wigan Athletic dengan skor sangat telak 9-1 (1-0). Skor dengan margin terbesar sejak Manchester United menggulung Ipswich 9-0 di Old Trafford, 1995, dan nyaris menyamai jumlah gol terbanyak dalam satu pertandingan yang tercipta di laga antara Portsmouth versus Reading (7-4), 29 September 2007.

Sejatinya, publik White Hart Lane tak menduga jika Defoe dkk mampu berpesta gol ke gawang The Latics yang dikawal Chris Kirkland. Pasalnya, meskipun unggul cepat di menit kesembilan lewat gol hasil sundulan Peter Crouch memanfaatkan umpan silang Aaron Lennon yang juga tampil sangat gemilang di laga tersebut, sampai turun minum tiba skor 1-0 tetap bertahan.

Baru di awal babak kedua aroma pesta mulai tercium ketika Defoe mencetak hat-trick di menit ke-51, menit ke-54 dan menit ke-58. Hat-trick Defoe yang tercipta dalam tujuh menit tersebut merupakan hat-trick tercepat kedua sepanjang sejarah persepakbolaan Inggris setelah prestasi serupa yang dibukukan Robbie Fowler, empat menit dan 33 detik, ketika Liverpool mengalahkan Arsenal, 28 Agustus 1994.

Semenit sebelum Defoe mencetak hat-trick, Paul Scharner sempat memperkecil ketinggalan menjadi 1-3 lewat tendangan kerasnya yang gagal dibendung kiper Heurelho Gomez. Gol Scharner dinilai kontroversial mengingat ia menggunakan tangan kanannya—seperti ulah Thierry Henry di babak play-off PD 2010 melawan Republik Irlandia—saat mengontrol bola hasil umpan jauh Hugo Rodallega.

Meski unggul jauh, 4-1, anak-anak asuhan Harry Redknapp tidak mau mengendurkan tekanannya. Seakan ingin membalas kepercayaan publik, Spurs mencetak lima gol tambahan dalam waktu 30 menit terakhir. Adalah tendangan keras Lennon di menit ke-64 yang mengubah kedudukan menjadi 5-1. Lalu, Defoe kembali berulah, mencetak dua gol di menit ke-69 dan menit ke-87.

Alhasil, Defoe mencetak lima gol, prestasi yang membuatnya menjadi pemain ketiga sepanjang sejarah Liga Premier yang mampu mendulang lima gol dalam satu pertandingan. Dua pemain lainnya adalah Andy Cole di laga MU vs Norwich, 4 Maret 1995 dan Alan Shearer di laga Newcastle United vs Sheffield Wednesday, 19 September 1999.

Seakan tak puas, Spurs kembali mencetak dua gol tambahan di sisa pertandingan. Semenit seusai gol kelima Defoe, tendangan bebas David Bentley yang masuk sebagai pengganti Lennon memperbesar keunggulan menjadi 8-1. Gol ini sejatinya merupakan gol bunuh diri Kirkland. Tepisannya dari free-kick Bentley membentur tiang gawang dan membentur dirinya sendiri sebelum masuk ke dalam gawang. Di injury time, sepakan Niko Kranjcar menggenapkan keunggulan Spurs menjadi 9-1.

Dengan kemenangan besar ini, Spurs kembali menempati peringkat empat besar dengan jumlah 25 poin atau sama dengan raihan Arsenal. Produktivitas gol Spurs pun menyamai raihan MU yaitu surplus 14 gol atau tertinggal tujuh dan 11 gol dari selisih gol The Gunners dan Chelsea

24. Newcastle United 8-0 Sheffield Wednesday (1999)
Laga perdana Bobby Robson di St James Park diwarnai kemenangan spektakuler 8-0 atas Sheffield Wednesday. Alan Shearer menjadi pahlawan Geordie dengan mencetak LIMA gol. Namun uniknya, sepekan usai kemenangan besar ini, Newcastle kalah 1-4 di kandang Coventry City.

25. Indonesia 6-0 Singapura (2014)
Timnas Indonesia U-19 memang tersingkir di fase grup Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) 2014. Akan tetapi, skuat Garuda Jaya tidak pulang dengan tangan hampa ke Indonesia. Evan Dimas dkk. membawa oleh-oleh rekor kemenangan terbesar di ajang tersebut.

Seperti diketahui, Timnas U-19 sukses memetik kemenangan telak 6-0 pada laga pamungkas Grup B kontra Singapura U-21, kemarin sore. Striker Dimas Drajat memborong empat gol. Sementara, dua gol lainnya dicetak Ilham Udin dan Paolo Sitanggang.

Itu merupakan kemenangan pertama dan terakhir timnas U-19 di ajang tersebut setalah tampil buruk pada empat laga sebelumnya dengan menelan tiga kekalahan dan satu kali imbang.

Rupanya, kemenangan timnas U-19 atas Singapura U-21 sejauh ini merupakan kemenangan terbesar dalam satu pertandingan di ajang HBT 2014. Timnas U-19 melampaui torehan Thailand yang membantai Timor Leste dengan skor 5-0 di Grup A, dan juga Vietnam U-19 yang melibas Singapura U-21 dengan skor 4-0 pada laga perdana Grup B


26. Spanyol 10-0 Tahiti (2013)
Sesuai dengan instruksi pelatih Vicente Del Bosque, Timnas Spanyol berlaku kejam saat menghadapi lawan yang jauh di bawah kemampuan mereka, Timnas Tahiti, dalam lanjutan penyisihan Grup B Piala Konfederasi 2013 yang berlangsung di Estadio do Maracana, Rio de Janeiro, Kamis, 20 Juni 2013 malam waktu setempat atau Jumat (21/6/13) dinihari WIB. La Furia Roja tanpa ampun menghancurkan perlawanan Toa Aito, julukan Tahiti, dengan skor sangat telak 10-0 (4-0).

Dengan kemenangan ini, Spanyol menempati peringkat pertama klasemen grup dengan jumlah enam (6) poin hasil dari dua partai dan selisih plus 11 gol. Statistik tersebut sejatinya telah menempatkan Spanyol di babak semifinal dengan predikat dua tim terbaik grup. Namun, secara matematis, Spanyol masih bisa tersingkir andaikata kalah sangat telak di pertandingan terakhir melawan Nigeria dan Uruguay mampu mencatat dua kali kemenangan lawan Elang Super, julukan Nigeria, dan Tahiti dengan selisih gol yang sangat besar pula.

Setelah "hanya" mencetak empat gol di 45 menit pertama, di babak kedua, Spanyol tampil lebih ofensif. Hal ini tampak dari ditariknya bek Sergio Ramos yang digantikan winger Jesus Navas. Pergantian ini membuat Javi Martinez ditarik ke sentral pertahanan. Tiga menit setelah peluit babak kedua dimulai, Spanyol menambah keunggulan menjadi 5-0 lewat sambaran David Villa yang meneruskan umpan tarik Nacho Monreal.

Gol tersebut kian menambah semangat Fernando Torres dkk untuk menjebol gawang Mickael Roche. Di menit ke-57, perubahan formasi Del Bosque membuahkan hasil. Memanfaatkan umpan silang Navas, Torres mencetak gol ketiganya. Skor 6-0. Dua menit kemudian, David Silva membuang peluang emas. Lima menit berselang, Villa mengikuti jejak Torres dengan mencetak hat-trick. Gol ini tak lepas dari blunder kiper Roche saat mengantisipasi umpan panjang Javi Martinez.

Pesta gol kian tercium setelah dua menit kemudian, giliran Juan Mata yang mencatatkan namanya di papan skor. Bekerja sama dengan David Silva, Mata berhasil mendapatkan bola liar dan dari jarak 11 meter melepaskan tembakan yang melaju di sela-sela kaki kiper Roche. Skor 8-0. Semenit kemudian, kiper Roche mengepalkan tangannya ke udara pertanda kegembiraan luar biasa usai menepis tendangan bebas Villa. Aksi Roche mendapat sambutan hangat dari publik Maracana.

Di menit ke-77, Torres gagal mengeksekusi penalti ketika tendangannya hanya membentur mistar. Namun, semenit kemudian, Torres membayar lunas kesalahannya dan menjebol gawang Tahiti untuk keempat kalinya. Skor 9-0. Pesta gol Spanyol digenapi David Silva satu menit menjelang waktu normal berakhir. Skor akhir 10-0.


27. Real Madrid 8-1 Almeria (2012)
Cristiano Ronaldo berhasil mengukir rekor sebagai pencetak gol terbanyak Primera Liga Spanyol selama satu musim sepanjang sejarah berkat dua gol yang dikoleksinya ketika Real Madrid menelan Almeria 8-1 di Santiago Bernabeu, Sabtu (21/5) malam.

Ronaldo berhasil mematahkan rekor 38 gol yang dipegang bersama oleh Telmo Zarra dan Hugo Sanchez. Di puncak daftar akhir topskor Primera Liga, penyerang internasional Portugal ini mengumpulkan 40 gol. Selain itu, delapan gol tambahan sekaligus pada pertandingan ini menjadikan Madrid sebagai tim paling produktif di Primera Liga, yaitu dengan torehan 102 gol.

Hanya butuh empat menit bagi Ronaldo membuka keunggulan Madrid. Tendangan bebas Xabi Alonso menuju Sergio Ramos dan bola diarahkan ke tiang jauh. Di sana Ronaldo menyodorkan kaki untuk mendorong bola masuk ke dalam jala gawang Esteban.

Gelombang tekanan dilancarkan tuan rumah, tapi baru pada menit ke-31 gol tambahan tercipta. Dari sayap kanan Mesut Oezil memberikan umpan cerdas yang tidak disia-siakan Emmanuel Adebayor.

Tanpa terduga, Almeria langsung membalas. Juanma Ortiz beraksi dari sayap kiri dan melepaskan umpan silang yang dituntaskan Kalu Uche di tiang jauh. Pepe membiarkan bola lewat dan Jerzy Dudek tak sanggup memotongnya.

Dominasi Madrid kemudian mewarnai sepanjang babak kedua. Tiga menit babak kedua dimulai, Karim Benzema beraksi merusak pertahanan Almeria dan memperlebar jarak keunggulan Madrid.

Pada menit 53, Carlos Garcia mampu mencegah tendangan Ronaldo melintasi garis gawang, tetapi bola liar dimanfaatkan dengan baik oleh Adebayor. Seakan tak mau kalah, Benzema melesakkan gol keduanya setelah memanfaatkan umpan dari Ronaldo.

Pada menit ke-73, Adebayor melengkapi hat-trick dengan menuntaskan bola dari jarak dekat menyusul tendangan penjuru Esteban Granero. Empat menit berselang tercipta sudah rekor Ronaldo. Gol keduanya dalam pertandingan, sekaligus gol ke-40 sepanjang liga musim ini, tercipta melalui tendangan rendah dari luar kotak penalti.

Kemenangan Madrid akhirnya dilengkapi oleh pemain muda Joselu setelah menyelesaikan peluang lagi-lagi dari jarak dekat.

Kekalahan telak ini melengkapi nasib buruk Almeria yang sudah dipastikan terdegradasi dari Primera Liga.

28. Indonesia 13-1 Fillipina (2002)
Niat tim sepak bola Indonesia yang ngotot untuk melaju ke babak semifinal turnamen Piala Tiger 2002 nampaknya bukan omong kosong. Ini terjadi tatkala kesebelasan Indonesia bertemu Filipina di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, Senin (23/12) malam. Tak tanggung-tanggung, Indonesia membantai Filipina, 13-1. Fantastis, memang lantaran kemenangan ini jelas-jelas memastikan Indonesia maju ke babak semifinal [baca: Timnas Berjanji Bermain Ngotot Menghadapi Filipina].

Bibit-bibit keunggulan Indonesia atas Filipina sudah terlihat sejak menit-menit awal. Permainan Bambang Pamungkas Cs menunjukkan kematangan luar biasa ketimbang di pertandingan-pertandingan sebelumnya. Di babak pertama, Indonesia menuai gol hingga tujuh kali lewat kaki Bambang Pamungkas, Zaenal Arief, dan Budi Sudarsono. Filipina dibiarkan tetap pada nilai nol.

Babak kedua, permainan tim nasional tambah menjadi. Bambang Pamungkas dan kawan-kawan menambah enam gol. Namun begitu, kesebelasan Filipina sempat membalas dengan satu gol hingga kedudukan berubah menjadi 13-1. Skor tersebut bertahan hingga akhir pertandingan.

Kekalahan mencolok ini dapat diterima pelatih Filipina Sugao Kambe. Kambe menyatakan, pada pertandingan itu ia menurunkan sejumlah pemain muda yang selama ini duduk di bangku cadangan. Ini dilakukan untuk memberi kesempatan dan pengalaman karena mereka akan dipersiapkan untuk South East Asia Games mendatang.

Sementara pelatih tim Indonesia Ivan kolev memuji para pemainnya yang bermain dengan penuh motivasi. Demikian pula manajer tim nasional Indonesia Ismet Tahir yang mengaku puas atas hasil pertandingan ini. Ismet menyatakan, timnas siap menghadapi pertandingan semifinal siapa pun lawannya.

Kemenangan ini membuat Indonesia berada di peringkat dua Grup A, di bawah Vietnam yang pada saat bersamaan menang atas Myanmar, 4-2. Di semifinal nanti, Indonesia akan bertemu juara Grup B Malaysia. Sedangkan Vietnam menjajal runner up Grup B Thailand.(SID/Mohamad Kemal dan Yudi Wibowo)

29. Manchester United 7-0 LA galaxy (2014)
Debut manis Louis van Gaal sebagai pelatih Manchester United diwarnai dengan kemenangan telak. MU menang 7-0 atas LA Galaxy dalam laga tur pra-musim di Rose Bowl, Pasadena, California, Amerika Serikat, Kamis (24/7/2014) siang WIB.

Di pertandingan ini, pelatih MU, Louis van Gaal menurunkan beberapa pemain inti, seperti Wayne Rooney, Juan Mata, Antonio Valencia dan David De Gea. Dua pemain baru MU, Ander Herrera dan Luke Shaw juga menjadi pilihan utama Van Gaal.

Dengan taktik 3-5-2 yang diterapkan Van Gaal, Setan Merah sudah unggul tiga gol di babak pertama. Gol pertama MU tercipta pada menit ke-13, tendangan Danny Welbeck dari jarak 25 yard gagal dihentikan kiper LA Galaxy, Penedo.

Dua gol lainnya diciptakan Rooney pada masa injury time. Pada menit ke-42, tendangan penalti Rooney yang mengarah ke pojok kiri gawang gagal dibendung Penedo. Rooney kembali mencatatkan namanya di papan skor setelah sukses memanfaatkan kesalahan pemain LA Galaxy saat mengantisipasi umpan Valencia. Sontekannya membuat MU unggul 3-0 hingga paruh babak.
Di babak kedua, Van Gaal melakukan perombakan total dengan memepercayakan pemain lapis kedua. Rooney, Juan Mata, Valencia, Shaw ditarik keluar. Sang pelatih menurunkan Ashley Young, Luis Nani, Shinji Kagawa, Tom Cleverley dan Reece James.

Sementara pelatih LA Galaxy, Bruce Arena menurunkan dua pemainnya yang pernah berlaga di Liga Premier Inggris, yakni Landon Donovan dan Robbie Keane.

Terus menyerang, MU berhasil menambah keunggulan pada menit ke-62. Umpan silang mendatar Young dari sisi kiri pertahanan LA Galaxy berhasil disambut dengan sepakan kaki kanan James. MU kini unggul 4-0.
Enam menit jelang bubaran, MU mencetak gol lagi. Berawal dari pergerakan Herrera di depan kotak penalti LA Galaxy. Pemain anyar MU itu memberikan umpan kepada Young yang lolos jebakan off side. Young melepaskan tendangan yang berhasil dimentahkan oleh Rome. Bola muntah langsung disambar oleh James. Bek berusia 20 tahun itu berhasil gol keduanya Rose Bowl.

Young menambah gol Setan Merah ke gawang LA Galaxy pada menit ke-88. Herrera melepaskan umpan terobosan, Young sukses menerima bola dan mengecoh kiper Rome. Tanpa ampun, Young mengirim bola ke gawang LA Galaxy.

Tak puas dengan satu gol, Young kembali beraksi. Dia mencetak gol keduanya dari dalam kotak penalti LA Galaxy pada menit ke-90. MU pun mengakhiri pertandingan dengan skor 7-0.

30. Barcelona 7-1 Bayer Leverkusen (2012)

Melawan Leverkusen Lionel Messi tampil luar biasa , sehingga  Barcelona mampu  menyingkirkan Bayer Leverkusen di leg kedua babak 16 besar Liga Champions. Lima gol dicetak Messi sekaligus membawa Azulgrana menang telak 7-1.
Kamis 8 maret 2012 Dalam laga yang dihelat di Camp Nou, Messi mencetak dua gol di babak pertama dan tambahan tiga gol di babak kedua. Dua gol Barca lainnya dicetak Cristian Tello. Sementara Karim Bellarabi mencetak gol hiburan. Barca lolos ke perempatfinal dengan agregat total 10-2 usai menang 3-1 di leg pertama.
Jalannya pertandingan
Pada menit ke 9  Messi mendapat umpan lambung dari Xavi. Dia mengontrol bola dengan dadanya dahulu sebelum melepaskan tembakan yang masih bisa ditepis Bernd Leno. Bola rebound disepak Cecs Fabregas tapi bisa disapu Gonzalo Castro di garis gawang.
Pada menit ke 23  Xavi mendapatkan free kick yg menuju kotak penalti dan disambar Gerard Pique dengan tandukan, tapi bola sekali lagi masih bisa ditepis Leno dengan baik.
Pada menit ke 25 Messi berhasil menjebol  gawang Leno  ketika umpan lambung Xavi berhasil menggapai Messi yang lolos dari jebakan off-side. Memasuki kotak penalti, dengan dingin Messi mencungkil bola melewati hadangan Leno dan Barca unggul 1-0.
Pada menit ke 32  Messi berhasil membelah pertahanan Leverkusen dan dituntaskan dengan sepakan ke arah gawang. Beruntun Toprak mampu menghalau laju bola.
Pada menit ke 42 Messi berhasil membuat  Barca menggandakan keunggulannya. Serangan balik cepat Barca membuat pertahanan Leverkusen kocar-kacir dan Andres Iniesta yang melihat posisi Messi di kanannya langsung memberikan bola. Messi kemudian menggiring bola memasuki kotak penalti dan diakhiri dengan sepakan terukur ke pojok gawang Leno. Gol ke-9 Messi dari tujuh laga Liga Champions musim ini dan Barca unggul agregat kini 5-1.
Pada menit ke 49 Messi Pesepakbola Argentina itu mencetak hat-trick di menit 49 sekaligus membawa Barca memimpin 3-0. Umpan lambung Fabregas digapainya dan usai mendekati gawang Leno, ia kemudian me-lob bola melewati hadangan Leno dan GOL!
Pada menit ke 55 Tello memperbesar keunggulan Barca  ketika umpan Fabregas diterima pesepakbola muda itu dengan baik. Tanpa kesulitan ia masuk ke kotak penalti lawan dan menaklukkan Leno dengan sepakan mendatar ke tiang jauh.
Pada menit ke 58  Messi kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk keempat kalinya. Messi yang mendapat bola di kotak penalti kemudian meliuk-liuk dan mengakhiri dengan sebuah tembakan ke gawang.Leno masih bisa menepisnya tapi bola rebound kemudian disambar Messi lagi untuk dikirimkan ke tiang jauh dan berbuah gol kelima Barca.
Pada  menit ke 62 Tello benar-benar membuat mimpi buruk untuk Leverkusen setelah gol keduanya membawa Barca unggul 6-0.Umpan Dani Alves diterimanya di tiang jauh dan ia teruskan dengan sepakan ke arah gawang. Leno masih bisa menghadangnya tapi kurang sempurna sehingga bola malah bergulir ke dalam gawang.
Pada menit ke 85 Messi Luar biasa sekali penampilannya di laga ini dengan membukukan gol kelimanya di menit 85. Umpan satu dua dengan Seydou Keita, Messi langsung melepaskan sepakan kaki kiri melengkung ke pojok kanan tanpa bisa dihadang Leno.
Pada menit ke 90 Leverkusen mencetak gol hiburan  lewat Bellarabi. Umpan satu dua dengan Stefan Kiessling dituntaskan dengan tembakan melengkung ke pojok kiri gawang Victor Valdes.

dan sebenarnya masih banyak lagi tentang kekalahan terbesear sepakbola dalam sejarah dunia. Sekian dan terima kasih. Jika Anda ingin menambahkan silahkan komentar ke blog saya.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar